Catatan Akhir Pekan Alex Iskandar, Bekasi, 27 Desember 2013
![]() |
| Saya bersama Om Ali Jaenal dan Om David Chalik-Cibubur |
kita kenal dengan bapaknya para nabi yaitu Nabi Ibrahim as. diusir ayahnya karena berbeda akidah, di hakimi raja Namrudz, dan dibakar api. belum diuji dengan ketuaan yang tanpa buah hati, setelah punya anak kesayangan (Ismail as), beliau diuji untuk menyembelih anaknya itu. sungguh pengorbanan yang luar biasa.
Nabi Nuh pun seperti itu, berdakwah bertahun-tahun tapi ditolak umatnya. bahkan hanya sedikit yang ikut dalam agama yang lurus (Islam), berdebat dengan orang-orang dungu dari umatnya, sampai ketika membuat perahu di atas bukit, beliau dibilang gila. air bah menenggelamkan anaknya. dan beliau meneyerahkannya kepada Allah, Tuhannya.
Nabi Isa as. berdakwah kepada bani Israel. ditolak dan diburu untuk disalib. dan akhirnya diangkat ke langit.
Nabi Musa as, juga berdakwah pada Bani Israil yang berkepala batu. tak bersyukur ketika di selamatkan dari kejamnya Fir'aun, laut merah pun terbelah dihadapan mereka. tapi malah tak beradab menyuruh Musa dan Tuhannya untuk pergi berperang berdua. belum usai kesesatannya mereka membuat sesembahan berupa sapi dari emas. dan mengelak ketika diperintah menyembelih sapi. hingga kini pun kita bisa menyaksikan kebadungan orang-orang Israel ini.
Nabi Muhammad saw. nabi teragung sepanjang masa. tiada bandingannya. kekasih Allah yang namanya bersanding begitu dekat dalam kalimat tauhid. ternyata nabi kesayangan dan penutup ini adalah nabi yang kesabarannya melebihi para pendahulunya. beliau dibilang gila, penyair, dukun, penyihir, dan gelar-gelar yang menyakitkan dalam dakwahnya. beliau amat sangat cinta kepada umatnya. bahkan ketika ajalnya, beliau tak menyebut nama Tuhannya, yang keluar dari mulut mulianya itu ialah ummati....ummatiii....betapa cintanya beliau kepada kita, wajarlah bila beliau dicintai, namanya selalu di senandungkan dalam shalawat dan salam. beliau adalah insan kamil, model manusia yang sempurna. dan jadi teladan hingga hari kiamat.
ketika saya membaca puluhan biografi orang-orang besar, baik yang muslim maupun non-muslim. ternyata saya dapati mereka juga menghadapi berbagai ujian yang berat. mereka berusaha sangat keras demi keyakinannya. mereka mengukir sejarahnya dalam karang kehidupan. dan goresan mereka mempengaruhi dunia. beriman atau kafir jika mau berusaha dan bekerja, Allah memberi bagian untuk mereka di dunia ini. tapi di akhirat hanya orang yang berimanlah yang perdagangannya untung. Allah membeli jiwa, raga dan harta mereka dengan harga surga..
Terkadang kita mengeluh dalam hidup ketika kita diuji. padahal betapa ujian itu menjadikan kita matang laksana tepaan panas pada emas murni. jika kau ingin sejarah hidupmu dikenang selamanya. maka berusahalah untuk membuat sejarah yang indah. jangan hanya berpangku tangan. dan teruslah bekerja. jangan berhenti dan putus asa. selama masih nafas berhembus, katakan pada dunia....
Aku bisaaaaa....
jangan tunggu mentari tenggelam untuk menjadi pelita
jadilah pelita itu sendiri untuk menerangi orang yang kau cinta....
Terima kasih atas kunjungannya, semoga ada setitik manfaat yang bisa dipetik. amin.
hanya kepada Allahlah kita berharap dan kembali..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar